Recent Posts

Moisturizer Dulu Atau Sunscreen? Ini Urutan Pemakaian yang Benar oleh - klinik-online.site

Halo sahabat selamat datang di website klinik-online.site, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Moisturizer Dulu Atau Sunscreen? Ini Urutan Pemakaian yang Benar, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Dari banyaknya urutan penggunaan skincare, salah satu yang mungkin paling membingungkan adalah menentukan apakah Anda harus memakai moisturizer atau sunscreen terlebih dulu. Kedua produk ini memiliki fungsi yang berbeda, dan urutan yang keliru dapat memengaruhi keampuhannya.

Lantas, mana yang sebaiknya Anda gunakan lebih dahulu?

Ketahui dahulu fungsi moisturizer dan sunscreen

moisturizer dulu atau sunscreen

Meski kulit wajah menyerap keduanya dengan cara yang sama, moisturizer dan sunscreen memiliki efek yang berbeda terhadap kulit. Guna menentukan apakah Anda harus memakai moisturizer dulu atau sunscreen, coba kenali fungsinya berikut ini:

1. Fungsi moisturizer

Moisturizer berfungsi menjaga kelembapan kulit dan memperbaiki teksturnya. Produk ini biasanya mengandung humektan seperti gliserin, asam laktat, atau urea. Humektan adalah bahan yang dapat menarik air ke dalam kulit sehingga kulit wajah tetap lembap.

Kebanyakan moisturizer juga mengandung emolien berupa minyak nabati dan lanolin yang mampu melembutkan kulit. Kombinasi humektan dan emolien tidak hanya membuat wajah terasa lembap, tapi juga halus dan kenyal dengan tekstur yang merata.

2. Fungsi sunscreen

Bila Anda bingung perlu memakai moisturizer dulu atau sunscreen, hal ini mungkin bisa menjadi petunjuknya. Melansir Skin Cancer Foundation, fungsi utama sunscreen adalah melindungi kulit dari sinar UV yang bisa menyebabkan sunburn, penuaan dini, bahkan kanker.

Saat membeli sunscreen, pilihlah sunscreen dengan SPF 30 atau 50 untuk memperoleh perlindungan maksimal. Sunscreen sebaiknya digunakan kembali setiap 2 jam, terutama setelah Anda berkeringat, berenang, atau mencuci muka.

Jadi, sebaiknya memakai moisturizer dulu atau sunscreen?

pakai sunscreen di rumah

Urutan penggunaan skincare memang membingungkan karena setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda. Namun, Dr. Melda Isaac, dokter spesialis kulit di Washington D.C., Amerika Serikat, menyarankan Anda untuk mengikuti satu urutan sederhana.

Urutan tersebut yakni membersihkan, mengobati, melembapkan, dan melindungi. Jadi, setelah Anda menggunakan sabun muka, toner, dan serum, langkah selanjutnya adalah melembapkan kulit wajah dengan moisturizer.

Ketika Anda bingung harus menggunakan moisturizer dulu atau sunscreen, ingatlah bahwa sunscreen adalah pelindung kulit. Mengacu urutan yang disarankan Dr. Isaac, sunscreen digunakan pada tahap terakhir dalam rutinitas skincare.

Perhatikan jenis sunscreen yang Anda gunakan. Bila Anda memakai sunscreen losion atau krim, tunggu hingga moisturizer menyerap seutuhnya ke dalam kulit. Mencampur keduanya malah akan mengurangi kemampuan sunscreen dalam menangkal sinar UV.

Sunscreen krim dan losion biasanya juga mengandung zinc oksida dan titanium oksida yang mengeringkan kulit. Jika Anda memakai moisturizer lebih dulu, kulit akan menjadi lebih lembap sehingga tidak terbentuk butir-butir yang menggumpal.

Kuncinya adalah menggunakan produk dengan tepat

Moisturizer sebelum sunscreen adalah urutan yang paling disarankan. Akan tetapi, ada juga orang-orang yang mungkin lebih nyaman menggunakan sunscreen atau produk lain dulu, baru diakhiri dengan moisturizer.

Hal ini sebenarnya tidak berdampak buruk bagi kulit. Hanya saja, Anda harus cermat memilih dan menggunakan moisturizer agar produk ini tidak melarutkan sunscreen dan mengurangi kemampuannya.

Kuncinya adalah menggunakan produk dalam jumlah dan cara yang tepat. Moisturizer ataupun sunscreen terlebih dulu, yang terpenting Anda mengoleskannya secara merata dan menunggunya terserap sebelum disusul dengan produk skincare lain.

Itulah tadi informasi mengenai Moisturizer Dulu Atau Sunscreen? Ini Urutan Pemakaian yang Benar dan sekianlah artikel dari kami klinik-online.site, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Monday, August 17, 2020

Bolehkah Berhubungan Seks Saat Kena Infeksi Saluran Kemih? oleh - klinik-online.site

Halo sahabat selamat datang di website klinik-online.site, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Bolehkah Berhubungan Seks Saat Kena Infeksi Saluran Kemih?, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Infeksi saluran kemih adalah salah satu penyakit yang banyak terjadi pada wanita. Namun, laki-laki juga bisa mengalaminya. Penyakit ini menimbulkan gejala berupa nyeri saat buang air kecil, bau urine menyengat, serta warna urine keruh atau kadang berdarah.

Jika Anda atau pasangan mengalaminya, mungkin muncul keraguan antara berhenti dan tetap melanjutkan berhubungan seks. Lantas, apakah boleh berhubungan seks saat menderita penyakit infeksi saluran kemih atau harus disetop dulu? Berikut penjelasannya.

Haruskah berhenti berhubungan seks saat infeksi saluran kencing?

cara memuaskan istri

Penyebab infeksi saluran kencing adalah infeksi bakteri yang menyerang saluran kemih. Hal ini menimbulkan gejala seperti nyeri saat buang air kecil, urinasi yang jadi lebih sering, anyang-anyangan, urine berwarna keruh atau bahkan berdarah. Beberapa orang juga mengalami gejala berupa demam serta mual dan muntah.

Penyakit ini lebih rentan menyerang wanita, terutama bagi mereka yang aktif berhubungan seksual. Sebabnya, uretra (saluran yang mengeluarkan urine dari kandung kemih) pada tubuh wanita lebih pendek daripada pria. Selain itu, posisi vagina juga berada sangat dekat dengan kandung kemih, membuatnya rentan dimasuki oleh bakteri.

Perlu diketahui, seks bisa menjadi awal mula terjadinya infeksi pada saluran kemih. Berhubungan seks dapat membuat gejala infeksi saluran kencing semakin parah.

Pasalnya, seks dapat mendorong bakteri yang ada di sekitar vagina masuk lebih jauh ke dalam tubuh melalui penetrasi sehingga hal ini akan membuat bakteri tinggal dan menempel di lapisan kandung kemih, lalu tumbuh dan berkembang biak di sana.

Lantas jika telah terjadi, pertanyaan selanjutnya adalah amankah hubungan seks yang dilakukan saat terkena infeksi saluran kemih.

Sebetulnya, Anda boleh-boleh saja berhubungan seks dengan pasangan meski saat Anda menderita infeksi saluran kencing. Namun, alangkah lebih baik jika Anda setop dulu berhubungan seks untuk sementara waktu.

Saat berhubungan seksual, semua benda yang masuk ke dalam vagina baik itu jari, mainan seks, maupun penis dapat memberikan tekanan berlebih pada organ saluran kencing. Akibatnya, kandung kemih akan semakin tergencet dan memicu rasa sakit saat berhubungan seksual.

Apakah infeksi saluran kencing bisa menular ke pasangan?

anal seks

Kabar baiknya, bercinta dengan pasangan yang terkena infeksi saluran kencing tidak menular. Penyakit ini tidak sama dengan penyakit kelamin menular seksual lain. Anda juga tidak akan tertular infeksi saluran kemih setelah menggunakan dudukan toilet yang sama.

Namun, perlu diingat bahwa memaksakan berhubungan seksual dapat memperparah gejala infeksi. Penetrasi akan memberi tekanan pada saluran kemih yang mungkin akan membuat Anda merasa tak nyaman.

Jadi, sebaiknya buatlah kesepakatan dengan pasangan untuk menunda berhubungan seks sampai infeksi pada saluran kemih Anda menghilang dan area yang terkena dampaknya sembuh.

Tips aman berhubungan seks saat menderita infeksi saluran kemih

efek vasektomi pada seks

Saat Anda didiagnosis terkena infeksi saluran kemih, dokter mungkin akan meresepkan antibiotik untuk membantu mengobati infeksi saluran kemih yang Anda atau pasangan alami.

Dokter juga biasanya akan memberikan beberapa pantangan makanan dan minuman yang baiknya Anda hindari untuk memperlancar pemulihan. Dalam hal ini, berhubungan seks bisa menjadi salah satu hal yang disarankan untuk tidak dilakukan.

Pengobatan infeksi saluran kencing biasanya membutuhkan waktu sekitar satu sampai dua minggu sampai gejalanya mereda dan sembuh total. Setelah itu, barulah Anda dan pasangan boleh kembali berhubungan intim seperti biasanya.

Namun, jika Anda memutuskan ingin tetap berhubungan seks meski sedang terinfeksi, lakukan kiat-kiat berikut supaya lebih aman.

  1. Perhatikan gejala infeksi. Jika Anda tiba-tiba ingin buang air kecil, segera hentikan aktivitas seksual. Pasalnya, menahan buang air kecil dapat menekan kandung kemih sehingga memperparah gejala infeksi.
  2. Buang air kecil sebelum dan sesudah berhubungan intim. Ini bermanfaat untuk membasuh bakteri yang terdapat di uretra Anda atau pasangan. Dengan demikian, risiko infeksi bisa diminimalisir.
  3. Hindari seks oral dan seks anal. Dua aktivitas seksual ini dapat memindahkan bakteri dari vagina ke anus dan mulut atau sebaliknya. Akibatnya, risiko penyebaran bakteri akan lebih besar dan meluas.
  4. Segera bersihkan diri setelah berhubungan seks. Terutama pada area genital, bersihkan dengan cara membasuh tangan dari depan ke belakang (vagina ke anus) agar bakteri dari anus tidak terbawa ke depan dan memperburuk infeksi.
  5. Rutin periksa ke dokter. Lakukan pemeriksaan berkala untuk tahu perkembangan infeksi saluran kemih Anda atau pasangan. Tanyakan pada dokter kapan waktu terbaik bisa kembali berhubungan seksual setelah dinyatakan sembuh.

Itulah tadi informasi mengenai Bolehkah Berhubungan Seks Saat Kena Infeksi Saluran Kemih? dan sekianlah artikel dari kami klinik-online.site, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Wednesday, August 12, 2020

Berbagai Cara Mencegah Infeksi Saluran Kemih (ISK) Kembali Lagi oleh - klinik-online.site

Halo sahabat selamat datang di website klinik-online.site, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Berbagai Cara Mencegah Infeksi Saluran Kemih (ISK) Kembali Lagi oleh - klinik-online.site, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Mencegah infeksi saluran kemih atau ISK tentu dapat dilakukan dengan cara mudah dan murah dibandingkan harus mengobatinya. Beberapa langkah yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan gaya hidup sehat. Beberapa makanan, seperti buah cranberry, juga dapat membantu Anda untuk menghindari dampak lanjut yang lebih buruk dari ISK.

Cara mudah mencegah infeksi saluran kemih

Ada beberapa kebiasaan yang tanpa Anda sadari dapat meningkatkan risiko ISK seperti sering menahan buang air kecil dapat memperbesar kemungkinan perkembangan bakteri penyebab ISK. Selain itu, membersihkan organ intim asal-asalan juga berperan dalam penyebaran bakteri sehingga berdampak pada ISK.

Bila tidak ingin infeksi saluran kencing terjadi, beberapa cara berikut dapat membantu Anda untuk mencegah infeksi saluran kemih.

1. Minum banyak air putih

Selain menghindarkan Anda dari dehidrasi, minum 8 gelas air putih setiap hari juga menjadi salah satu cara mudah untuk mencegah perkembangan bakteri penyebab infeksi saluran kemih.

Minum banyak air akan “membilas” saluran kandung kemih dan mengeluarkannya melalui urine. Dengan begitu, peluang bakteri untuk menempel dan berkembang biak pada dinding saluran kemih akan lebih kecil dan Anda terhindar dari ISK.

Minum air putih juga baik untuk Anda yang sering terkena ISK berulang kali. Hal ini dikatakan oleh peneliti University of Miami Miller School of Medicine, Dr. Thomas M. Hooton, bahwa memenuhi kebutuhan cairan akan menghindari Anda dari risiko infeksi saluran kemih yang kambuh lagi.

2. Tidak menahan buang air kecil

merinding saat buang air kecil

Menahan buang air kecil memang menjadi salah satu penyebab Anda mengalami ISK. Itu sebabnya, tidak menunda waktu buang air kecil merupakan cara mudah untuk mencegah infeksi saluran kemih.

Kebiasaan menunda buang air kecil akan membuat bakteri lebih tertahan lebih lama bersama urine di kandung kemih. Penumpukan ini memungkinkan bakteri berkembang dan menginfeksi saluran kemih.

Nah, buang air kecil berfungsi untuk membersihkan saluran kemih dari bakteri dan dapat mengurangi risiko infeksi. Buang air kecil juga sekaligus membuang limbah hasil metabolisme tubuh yang tidak dibutuhkan.

3. Buang air kecil sebelum dan sesudah seks

Berhubungan seks bisa menjadi salah satu awal mula terjadinya infeksi saluran kemih. Saat penetrasi, penis atau jari dapat mendorong bakteri dari luar vagina untuk masuk ke dalam uretra lalu menjalar ke kandung kemih.

Dengan alasan inilah Anda terutama wanita sangat dianjurkan untuk buang air kecil sebelum dan sesudah bercinta untuk mencegah adanya infeksi pada saluran kemih. Tanpa buang air kecil, bakteri yang baru masuk akan berkembang biak dan menyebabkan infeksi.

Hindari juga menggunakan alat kontrasepsi seperti kondom yang mengandung spermisida. Spermisida adalah zat yang berfungsi untuk membunuh sel sperma. Apermisida memberi dampak pada pH vagina yang akan meningkatkan risiko penyakit.

Jika Anda mengalami masalah seperti vagina yang kering, Anda bisa menggunakan lubrikan yang berbahan dasar air. Sebelumnya, konsultasikan dahulu ke dokter mengenai alat kontrasepsi yang aman dan cocok.

4. Membersihkan anus dan area genital dengan tepat

bakteri vagina cegah hiv

Selama ini, apakah Anda sudah membersihkan anus setelah BAB dengan tepat? Seperti diketahui, penyebab ISK adalah menyebarnya bakteri E. coli dari anus ke saluran kemih uretra.

Itu sebabnya, cara membilasnya perlu Anda perhatikan dengan benar. Bilaslah anus dengan arah dari depan ke belakang sebagai cara mencegah infeksi saluran kemih. Hal ini untuk mencegah bakteri E. coli pindah dan masuk ke uretra.

Tidak hanya setelah buang air besar, Anda perlu membersihkan area genital usai melakukan hubungan intim. Gunakanlah air hangat untuk membersihkan vagina. Anda juga bisa memakai sabun, asalkan tidak mengandung wewangian. Cara ini bisa menghindari terjadinya peradangan akibat infeksi pada uretra.

5. Senantiasa menjaga kebersihan area kemaluan

Selain membilas area genital dengan tepat, Anda juga harus menjaga kebersihan area genital demi mencegah infeksi saluran kemih, terutama bagi wanita. Penyakit ini lebih rentan menyerang wanita karena uretra yang lebih pendek dibandingkan pria membuat bakteri lebih cepat masuk.

Ketika menstruasi, gantilah pembalut atau tampon setiap 4-6 jam sekali agar tidak menimbulkan bau dan infeksi dari bakteri. Selain itu, hindari juga pemakaian sabun kewanitaan karena produk ini malah akan membuat pH vagina tidak seimbang sehingga memicu pertumbuhan bakteri dan ragi (jamur).

Anda juga sebaiknya tidak melakukan douching, sebuah teknik membersihkan bagian dalam vagina dengan menyemprotkan cairan pembersih. Cara membersihkan seperti ini bisa membuat vagina lebih rentan terhadap infeksi.

6. Konsumsi suplemen cranberry

cranberry mencegah infeksi saluran kemih

Ekstrak cranberry juga dapat membantu Anda mencegah infeksi saluran kemih dengan lebih optimal. Dalam sebuah penelitian, buah cranberry terbukti mampu mencegah ISK. Kandungan senyawa polifenol unik yaitu Proanthocyanidins tipe A diketahui dapat melawan bakteri E. coli penyebab ISK.

Senyawa tersebut dapat secara efektif menghalangi bakteri menempel pada jaringan saluran kemih. Antioksidan dalam buah cranberry juga dapat mencegah peradangan akibat infeksi.

7. Pakai celana dalam yang menyerap keringat

Opsi celana dalam juga memegang peran penting dalam mencegah infeksi saluran kemih. Pilihlah celana dalam berbahan katun untuk memberikan ruang sirkulasi udara pada area organ intim.

Pemakaian celana dalam yang berbahan kain sintetis cenderung membuat area organ intim lembap sehingga memudahkan bakteri berkembang yang berpotensi menginfeksi saluran kemih.

Selain itu, jika celana dalam yang dipakai sudah terasa sempit atau ketat, segera ganti dengan yang lebih longgar. Celana dalam terlalu ketat akan menimbulkan kondisi vagina dan pantat yang lembab. Kelembaban inilah yang nantinya menjadi tempat ideal jamur dan bakteri untuk berkembang biak lalu memicu iritasi.

Bisakah mencegah infeksi saluran kemih dengan suntik vaksin?

vaksin pneumonia

Seperti penyakit infeksi pada umumnya, penderita penyakit infeksi saluran kemih harus menjalani pengobatan dengan minum antibiotik. Sayangnya, ada beberapa bakteri penyebab ISK yang telah resisten (kebal) sehingga tak bisa diatasi dengan antibiotik.

Maka dari itu, hal yang lebih ditekankan adalah melakukan segala pencegahan agar tidak terkena penyakit. Selain menerapkan kebiasaan sehat dan bersih, vaksin disebut-sebut dapat menjadi salah satu cara mencegah infeksi saluran kemih.

Vaksin sendiri telah lama digunakan sebagai langkah memberi perlindungan tambahan untuk tubuh dari berbagai penyakit infeksi yang berbahaya. Sequioa Sciences, sebuah perusahaan farmasi yang bergelut dalam penemuan dan pengembangan obat-obatan pun melakukan penelitian khusus untuk persoalan ini.

Ditemukanlah vaksin FIMCH, sebuah vaksin antigen spesifik yang terbuat dari protein adhesi batkeri FimH. Vaksin ini diharapkan dapat membunuh bakteri E. coli penyebab utama ISK pada saluran kemih.

Uji klinis dilakukan pada 67 wanita dengan 30 orang di antaranya memiliki riwayat ISK berulang. Meski kebanyakan menunjukkan respons positif, sayangnya efektivitas vaksin ini belum bisa ditetapkan dan masih membutuhkan penelitian lanjutan.

Vaksin tersebut belum tersedia secara komersial. Itu artinya sampai saat ini Anda harus melakukan melakukan gaya hidup sehat sendiri untuk menjaga kebersihan harian area genital Anda.

Itulah tadi informasi mengenai Berbagai Cara Mencegah Infeksi Saluran Kemih (ISK) Kembali Lagi oleh - klinik-online.site dan sekianlah artikel dari kami klinik-online.site, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Thursday, August 6, 2020

Corona Virus (Covid-19) Menjadi “Epidemi Bisu” oleh - klinik-online.site

Halo sahabat selamat datang di website klinik-online.site, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Corona Virus (Covid-19) Menjadi “Epidemi Bisu” oleh - klinik-online.site, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

[et_pb_section fb_built=”1″ _builder_version=”3.22″ transparent_background=”off” make_fullwidth=”off” use_custom_width=”on” width_unit=”on” custom_width_px=”700px”][et_pb_row _builder_version=”3.25″ background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat” max_width=”700px” make_fullwidth=”off” use_custom_width=”on” width_unit=”on” custom_width_px=”700px”][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”3.25″ custom_padding=”|||” custom_padding__hover=”|||”][et_pb_post_title comments=”off” _builder_version=”3.0.87″ use_border_color=”off” border_color=”#ffffff” border_style=”solid” parallax_effect=”off”][/et_pb_post_title][et_pb_text _builder_version=”4.3.4″ background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat” use_border_color=”off” border_color=”#ffffff” border_style=”solid”]

Corona Virus (Covid-19), Indonesia akhirnya melaporkan dua kasus pertamanya pada hari Senin 2/3/2020. Pada konferensi pers di Jakarta, Presiden Joko Widodo mengumumkan bahwa dua wanita berusia 31 dan 64 dari Depok terjangkit virus tersebut. Tetapi beberapa ilmuwan percaya bahwa negara itu, yang memiliki hubungan dekat dengan China, hampir pasti memiliki “epidemi bisu” di dalam perbatasannya dan harus segera meningkatkan upaya pengawasannya.

Deteksi dua kasus pertama, dan menyiapkan langkah-langkah untuk mencegah penyebaran penyakit, menunjukkan keseriusan dan kemampuan Indonesia untuk menangani epidemi Corona Virus (Covid-19), mengikuti pedoman WHO [World Health Organization].

Langkah-langkah perlindungan dasar terhadap corona virus menurut pedoman WHO:

Cuci tangan Anda sesering mungkin
  • Secara teratur dan menyeluruh bersihkan tangan Anda dengan gosok berbasis alkohol atau cuci dengan sabun dan air.

Mengapa? Mencuci tangan dengan sabun dan air atau menggunakan gosok tangan berbasis alkohol membunuh virus yang mungkin ada di tangan Anda.

  • Pertahankan jarak sosial

Pertahankan jarak setidaknya 1 meter (3 kaki) antara Anda dan siapa saja yang batuk atau bersin.

Mengapa? Ketika seseorang batuk atau bersin, mereka menyemprotkan tetesan cairan kecil dari hidung atau mulut mereka yang mungkin mengandung virus. Jika Anda terlalu dekat, Anda bisa menghirup tetesan air, termasuk Corona Virus (Covid-19) jika orang tersebut menderita batuk.

Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut

Mengapa? Tangan menyentuh banyak permukaan dan dapat mengambil virus. Setelah terkontaminasi, tangan dapat memindahkan virus ke mata, hidung, atau mulut anda. Dari sana, virus bisa masuk ke tubuh Anda dan bisa membuat Anda sakit.

Lakukan kebersihan pernafasan

  • Pastikan Anda, dan orang-orang di sekitar Anda, mengikuti kebersihan pernapasan yang baik. Ini berarti menutupi mulut dan hidung Anda dengan siku atau jaringan yang tertekuk saat Anda batuk atau bersin. Kemudian segera buang tisu bekas.

Mengapa? Tetesan menyebarkan virus. Dengan mengikuti kebersihan pernafasan yang baik Anda melindungi orang-orang di sekitar Anda dari virus seperti flu, flu dan Corona Virus (Covid-19).

  • Jika Anda mengalami demam, batuk, dan sulit bernapas, segera cari perawatan medis

Tetap di rumah jika Anda merasa tidak sehat. Jika Anda mengalami demam, batuk dan kesulitan bernapas, cari bantuan medis dan hubungi terlebih dahulu. Ikuti arahan otoritas kesehatan setempat Anda.

Mendapatkan informasi terbaru tentang situasi dan penyedia layanan kesehatan di daerah anda yang bisa mengarahkan anda ke fasilitas kesehatan yang tepat. Bisa melindungi dan membantu mencegah penyebaran virus dan infeksi lainnya.

Source : WHO [World Health Organization].

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]

Itulah tadi informasi dari slot online indonesia mengenai Corona Virus (Covid-19) Menjadi “Epidemi Bisu” oleh - klinik-online.site dan sekianlah artikel dari kami klinik-online.site, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Tuesday, July 28, 2020

Cara Kerja Baking Soda untuk Membantu Memutihkan Gigi oleh - klinik-online.site

Halo sahabat selamat datang di website klinik-online.site, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Cara Kerja Baking Soda untuk Membantu Memutihkan Gigi oleh - klinik-online.site, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Memiliki gigi yang sehat dan putih merupakan idaman semua orang. Tak hanya alasan kesehatan, gigi yang putih dapat membuat Anda lebih percaya diri. Cara menjaga agar gigi tetap putih yang paling sederhana adalah dengan rutin menggosok gigi. Namun, terdapat cara lain yang dipercaya dapat membantu memutihkan gigi, yaitu dengan menggunakan baking soda. Bagaimana bisa baking soda digunakan untuk membuat gigi jadi lebih putih? Ini dia penjelasan yang perlu Anda tahu.

Efektivitas penggunaan baking soda dalam pasta gigi

Beberapa penelitian telah meninjau kandungan baking soda dalam pasta gigi dan menghasilkan kesimpulan yang positif termasuk manfaatnya untuk membantu memutihkan gigi. Salah satunya adalah jurnal yang diterbitkan Journal of American Dental Association (JADA) menemukan bahwa pasta gigi yang mengandung baking soda lebih efektif dalam mengurangi noda dan meningkatkan warna putih pada gigi.

Selain terbukti efektif dalam menghilangkan noda dan memutihkan gigi, kandungan baking soda dalam pasta gigi juga aman untuk digunakan sehari-hari. Dikutip dari jurnal tahun 2017 yang juga diterbitkan oleh JADA, baking soda merupakan satu dari beberapa kandungan pasta gigi abrasif yang paling lembut jika dibandingkan seperti dengan kandungan silika.

Cara kerja baking soda untuk membantu memutihkan gigi

Baking soda atau sodium bicarbonate (NaHCO3) sudah lama digunakan dalam pasta gigi karena memiliki sifat abrasif sehingga dapat menghilangkan noda pada gigi. Berdasarkan jurnal terbitan Journal of Clinical and Experimental Dentistry, senyawa lain yang bersifat abrasif seperti silika dan natrium bikarbonat memang dapat juga membantu menghilangkan noda, tetapi tidak sebaik baking soda.

Masih dari jurnal yang sama menemukan bahwa menyikat gigi menggunakan pasta gigi yang mengandung baking soda selama 30 detik dapat menghilang noda dan memutihkan gigi. Hal ini tentu terjadi berkat sifat abrasif dari baking soda.

Membuat campuran baking soda sendiri yang aman

Baking soda memang aman dan efektif dalam membersihkan gigi. Namun, jika ingin membuat pasta gigi sendiri, Anda perlu memperhatikan takarannya. Terlalu banyak atau menggunakan baking soda tanpa takaran dapat mengikis enamel gigi.

Apabila Anda mendapati gigi mulai berwarna kuning setelah menyikat gigi menggunakan pasta gigi buatan sendiri, artinya enamel gigi telah terkikis dan telah mencapai lapisan dalam gigi bernama dentin.

Untuk itu, pastikan untuk memakai baking soda secukupnya dan jangan berlebihan. Berikut resep pasta gigi dari baking soda dari Dentaly.org yang mungkin dapat menjadi referensi Anda:

  • 100 gram baking soda (kurang dari setengah cangkir)
  • 10-15 tetes minyak alami dengan rasa sesuai selera
  • Air purifikasi
  • 1 sendok teh garam laut

Campurkan baking soda, garam, dan minyak alami sambil menambahkan air sedikit demi sedikit hingga pasta terbentuk. Anda dapat menyesuaikan konsistensi dari pasta gigi sesuai keinginan. Garam laut bermanfaat untuk menambah mineral, tetapi jika tidak suka dengan rasanya, Anda boleh untuk tidak menggunakannya.

Manfaat baking soda untuk membantu gigi kembali putih sudah dibuktikan oleh berbagai jurnal dan penelitian. Tentu Anda dapat membuat pasta gigi sendiri seperti dengan resep yang sudah dijelaskan sebelumnya. Hanya, tetap perhatikan jumlah baking soda yang digunakan agar tidak menimbulkan efek samping.

Anda juga dapat menambahkan minyak kelapa (coconut oil) dalam campuran pasta gigi racikan sendiri. Perpaduan baking soda dan minyak kelapa dapat menghasilkan pasta atau busa yang aman dan lembut untuk gigi. Selain itu, minyak kelapa dikenal dapat meningkatkan kesehatan mulut dan gigi serta berpotensi melawan bakteri penyebab kerusakan gigi.

Cara yang lebih praktis jika ingin mendapat manfaat dari baking soda adalah dengan memilih pasta gigi yang mengandung senyawa ini. Satu hal yang perlu dipertimbangkan adalah Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu apabila memiliki kondisi gigi sensitif atau masalah kesehatan mulut dan gigi lainnya.

Itulah tadi informasi dari daftar slot online mengenai Cara Kerja Baking Soda untuk Membantu Memutihkan Gigi oleh - klinik-online.site dan sekianlah artikel dari kami klinik-online.site, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Monday, July 27, 2020

Cara Kerja Baking Soda untuk Membantu Memutihkan Gigi oleh - klinik-online.site

Halo sahabat selamat datang di website klinik-online.site, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Cara Kerja Baking Soda untuk Membantu Memutihkan Gigi oleh - klinik-online.site, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Memiliki gigi yang sehat dan putih merupakan idaman semua orang. Tak hanya alasan kesehatan, gigi yang putih dapat membuat Anda lebih percaya diri. Cara menjaga agar gigi tetap putih yang paling sederhana adalah dengan rutin menggosok gigi. Namun, terdapat cara lain yang dipercaya dapat membantu memutihkan gigi, yaitu dengan menggunakan baking soda. Bagaimana bisa baking soda digunakan untuk membuat gigi jadi lebih putih? Ini dia penjelasan yang perlu Anda tahu.

Efektivitas penggunaan baking soda dalam pasta gigi

Beberapa penelitian telah meninjau kandungan baking soda dalam pasta gigi dan menghasilkan kesimpulan yang positif termasuk manfaatnya untuk membantu memutihkan gigi. Salah satunya adalah jurnal yang diterbitkan Journal of American Dental Association (JADA) menemukan bahwa pasta gigi yang mengandung baking soda lebih efektif dalam mengurangi noda dan meningkatkan warna putih pada gigi.

Selain terbukti efektif dalam menghilangkan noda dan memutihkan gigi, kandungan baking soda dalam pasta gigi juga aman untuk digunakan sehari-hari. Dikutip dari jurnal tahun 2017 yang juga diterbitkan oleh JADA, baking soda merupakan satu dari beberapa kandungan pasta gigi abrasif yang paling lembut jika dibandingkan seperti dengan kandungan silika.

Cara kerja baking soda untuk membantu memutihkan gigi

Baking soda atau sodium bicarbonate (NaHCO3) sudah lama digunakan dalam pasta gigi karena memiliki sifat abrasif sehingga dapat menghilangkan noda pada gigi. Berdasarkan jurnal terbitan Journal of Clinical and Experimental Dentistry, senyawa lain yang bersifat abrasif seperti silika dan natrium bikarbonat memang dapat juga membantu menghilangkan noda, tetapi tidak sebaik baking soda.

Masih dari jurnal yang sama menemukan bahwa menyikat gigi menggunakan pasta gigi yang mengandung baking soda selama 30 detik dapat menghilang noda dan memutihkan gigi. Hal ini tentu terjadi berkat sifat abrasif dari baking soda.

Membuat campuran baking soda sendiri yang aman

Baking soda memang aman dan efektif dalam membersihkan gigi. Namun, jika ingin membuat pasta gigi sendiri, Anda perlu memperhatikan takarannya. Terlalu banyak atau menggunakan baking soda tanpa takaran dapat mengikis enamel gigi.

Apabila Anda mendapati gigi mulai berwarna kuning setelah menyikat gigi menggunakan pasta gigi buatan sendiri, artinya enamel gigi telah terkikis dan telah mencapai lapisan dalam gigi bernama dentin.

Untuk itu, pastikan untuk memakai baking soda secukupnya dan jangan berlebihan. Berikut resep pasta gigi dari baking soda dari Dentaly.org yang mungkin dapat menjadi referensi Anda:

  • 100 gram baking soda (kurang dari setengah cangkir)
  • 10-15 tetes minyak alami dengan rasa sesuai selera
  • Air purifikasi
  • 1 sendok teh garam laut

Campurkan baking soda, garam, dan minyak alami sambil menambahkan air sedikit demi sedikit hingga pasta terbentuk. Anda dapat menyesuaikan konsistensi dari pasta gigi sesuai keinginan. Garam laut bermanfaat untuk menambah mineral, tetapi jika tidak suka dengan rasanya, Anda boleh untuk tidak menggunakannya.

Manfaat baking soda untuk membantu gigi kembali putih sudah dibuktikan oleh berbagai jurnal dan penelitian. Tentu Anda dapat membuat pasta gigi sendiri seperti dengan resep yang sudah dijelaskan sebelumnya. Hanya, tetap perhatikan jumlah baking soda yang digunakan agar tidak menimbulkan efek samping.

Anda juga dapat menambahkan minyak kelapa (coconut oil) dalam campuran pasta gigi racikan sendiri. Perpaduan baking soda dan minyak kelapa dapat menghasilkan pasta atau busa yang aman dan lembut untuk gigi. Selain itu, minyak kelapa dikenal dapat meningkatkan kesehatan mulut dan gigi serta berpotensi melawan bakteri penyebab kerusakan gigi.

Cara yang lebih praktis jika ingin mendapat manfaat dari baking soda adalah dengan memilih pasta gigi yang mengandung senyawa ini. Satu hal yang perlu dipertimbangkan adalah Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu apabila memiliki kondisi gigi sensitif atau masalah kesehatan mulut dan gigi lainnya.

Itulah tadi informasi dari poker online mengenai Cara Kerja Baking Soda untuk Membantu Memutihkan Gigi oleh - klinik-online.site dan sekianlah artikel dari kami klinik-online.site, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Sunday, July 26, 2020

Vaksin PCV : Ketahui Manfaat, Jadwal, dan Efek Sampingnya oleh - klinik-online.site

Halo sahabat selamat datang di website klinik-online.site, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Vaksin PCV : Ketahui Manfaat, Jadwal, dan Efek Sampingnya oleh - klinik-online.site, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Imunisasi merupakan cara untuk mencegah penyebaran dan penularan penyakit yang disebabkan virus dan bakteri. Salah satu yang vaksin harus diberikan pada anak adalah pneumococcal conjugate vaccine (PCV). Bagaimana pemberian vaksin PCV dan adalah efek samping yang ditimbulkan dari imunisasi ini? Berikut penjelasannya.

Apa itu imunisasi PCV?

jadwal imunisasi anak bayi

Mengutip dari situs resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) vaksin pneumokokus atau pneumococcal conjugate vaccine (PCV) adalah imunisasi untuk mencegah penyakit akibat infeksi bakteri streptococcus pneumoniae atau yang lebih sering disebut kuman pneumokokus.

Penyakit yang disebabkan oleh kuman pneumokokus juga disebut dengan nama yang sama. Penyakit pneumokokus bisa menyerang siapa saja, tapi paling rawan adalah anak usia kurang dari 5 tahun dan orang tua di atas usia 50 tahun. 

Beberapa penyakit yang disebabkan oleh kuman pneumokokus adalah radang paru (pneumonia), radang selaput otak (meningitis), dan infeksi darah (bakteremia). 

Dalam situs resmi IDAI disebutkan bahwa penyakit pneumokokus menjadi penyebab kematian paling tinggi pada balita. Setidaknya pada 2015, sekitar 14 persen dari 147 ribu anak di bawah usia 5 tahun di Indonesia, meninggal karena pneumonia.

Artinya, sebanyak 2-3 anak di bawah usia 5 tahun meninggal karena pneumonia setiap jam. Inilah yang membuat pneumonia menjadi penyebab kematian utama anak di bawah usia 5 tahun di Indonesia.

Menurut dokter anak, Nastiti Kaswandani, pemberian vaksin PCV  dan HiB bisa menurunkan angka kematian balita akibat pneumonia sebanyak 50 persen.

Melansir dari Kids Health, Ada dua jenis vaksin PCV yang perlu diberikan, yaitu Pneumococcal conjugate vaccine (PCV13) dan Pneumococcal polysaccharide vaccine (PPSV23).

PCV13 melindungi seseorang dari 13 jenis bakteri pneumokokus dengan formula konjugasi, yaitu gabungan antara protein dan bakteri untuk meningkatkan perlindungan.

Sementara PPSV23 mencakup 23 jenis bakteri yang bekerja dengan formula polisakarida, vaksin dibuat seperti bakteri tertentu untuk membantu tubuh membangun perlindungan pada kuman tersebut.

Bagaimana cara kerja vaksin PCV?

imunisasi mempengaruhi kecerdasan anak

Dikutip dari situs NHS, kedua jenis imunisasi PCV, baik PCV13 dan PPSV23 mendorong tubuh untuk memproduksi antibodi terhadap bakteri pneumokokus.

Antibodi adalah protein yang diproduksi oleh tubuh untuk menetralisir atau menghancurkan organisme (mahluk hidup di tubuh) yang membawa racun. Antibodi melindungi seseorang dari infeksi bakteri, 

Saat ini, lebih dari 90 jenis bakteri pneumokokus yang berbeda sudah ditemukan tapi mayoritas tidak menyebabkan masalah infeksi serius.

Sesuai angka yang tertera di jenis vaksinnya, PCV13 melindungi dari 13 jenis bakteri pneumokokus dan PPSV23 melindungi dari 23 jenis bakteri. Imunisasi PCV mampu mencegah penyakit pneumokokus sekitar 50-70 persen.

Siapa yang perlu mendapatkan vaksin PCV?

imunisasi bayi, imunisasi anak, jadwal imunisasi, imunisasi campak, imunisasi MR, imunisasi DPT

Center for Disease Control and Prevention (CDC) menjelaskan bahwa pemberian imunisasi PCV dibagi menjadi dua, untuk anak-anak dan orang dewasa. Jenis vaksin PCV13 diberikan pada anak usia di bawah dua tahun.

Sementara itu, jenis vaksin PPSV23 direkomendasikan untuk orang dewasa berusia 65 tahun ke atas. Pada orang yang merokok, imunisasi PCV jenis ini bisa diberikan saat ia berusia 19 tahun. 

Pemberian vaksin PCV pada bayi dan anak

Bagaimana anjuran dalam pemberian imunisasi pada anak? Badan kesehatan dunia atau WHO merekomendasikan bayi mendapat imunisasi PCV sebanyak 3 kali suntikan wajib dan dua suntikan booster atau pengulangan.

Jadwal pemberian imunisasi PCV yaitu dimulai saat bayi berusia 6 minggu, dengan jarak 4-8 minggu. Jadi bila bayi Anda diberikan imunisasi pada usia 6 minggu, vaksin berikutnya diberikan ketika ia berusia 10 dan 14 minggu (2, 4, 6 bulan). 

Pemberian imunisasi PCV biasanya bersamaan dengan vaksin pentavalen (DPT-HiB-HB) dan rotavirus. Imunisasi booster dilakukan ketika anak berusia 12-18 bulan, Anda bisa memilih di antara usia tersebut.

Biasanya imunisasi booster PCV diberikan bersamaan dengan vaksin campak (bila belum mendapatkan MMR di usia 15 bulan), dan suplemen vitamin A. Bila anak Anda terlambat mendapatkan vaksin PCV, tidak perlu mengulang dari awal, cukup lanjutkan sesuai usia si kecil. 

Sebagai contoh, bayi usia 6 bulan belum mendapat vaksin PCV, maka pemberian imunisasi PCV 1 dan 2 bisa dilakukan pada usia 7-11 bulan. Jarak antara 7-11 bulan minimal satu bulan. 

Sementara kalau bayi berusia 12 bulan belum menerima imunisasi PCV, vaksin PCV 1 dan 2 bisa dilakukan pada usia 12-23 bulan dengan jarak pemberian 2 bulan.

Bagaimana pemberian imunisasi PCV pada bayi prematur?

WHO menjelaskan bahwa bayi prematur tetap harus mendapatkan vaksin PCV. Pemberiannya dilihat dari usia kronologis atau ketika ia dilahirkan.

Untuk bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) yang beratnya kurang dari 1500 gram, imunisasi baru bisa didapatkan ketika si kecil mencapai usia kronologis 6-8 minggu. Namun, vaksin sudah bisa langsung diberikan bila berat bayi sudah lebih dari 2000 gram atau 2 kilogram. 

Imunisasi PCV direkomendasikan oleh IDAI dan Kementerian Kesehatan. Namun, saat ini vaksin pneumokokus masih termasuk ke dalam imunisasi pilihan bersama imunisasi MMR.

Apa itu imunisasi pilihan? Ini adalah jenis imunisasi yang belum diberikan secara gratis dan tidak diwajibkan oleh pemerintah.

Sementara untuk vaksin yang sifatnya wajib, yaitu imunisasi hepatitis B, DPT, polio, dan BCG. Untuk pemberian vaksin PCV, Anda bisa mendapatkannya di rumah sakit atau klinik kesehatan tertentu.

Adakah kondisi yang membuat seseorang perlu menunda vaksin PCV?

vaksin

Imunisasi memiliki banyak manfaat, tapi perlu diperhatikan kondisinya. Ada beberapa keadaan yang membuat anak perlu menunda pemberian imunisasi PCV, yaitu:

Memiliki reaksi alergi sangat parah

CDC tidak menyarankan pemberian vaksin PCV pada orang yang memiliki reaksi alergi sangat parah sampai mengancam nyawa. Pada kasus yang sangat jarang, orang yang memiliki alergi pada kandungan vaksin PCV akan diberikan alternatif lain oleh dokter untuk jenis obat lain. 

Reaksi alergi yang ditimbulkan seperti:

  • Kesulitan bernapas
  • Detak jantung berjalan cepat
  • Kelelahan sangat parah
  • Napas berbunyi

Sebelum diberikan vaksin, pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter atau petugas medis lain tentang kondisi si kecil. Ini penting dilakukan agar penanganan disesuaikan dengan kondisi bayi.

Mengalami sakit ringan (tidak enak badan)

Bila anak Anda sedang mengalami sakit ringan, dokter atau petugas medis akan menyarankan untuk menunda pemberian vaksin PCV. kondisi sakit ringan ini seperti, demam, batuk, dan pilek. 

Pemberian imunisasi ketika kondisi anak tidak dalam keadaan sehat, membuat vaksin tidak bisa bekerja dengan maksimal. Anda bisa menjadwalkan imunisasi setelah anak dalam keadaan sehat.

Berapa harga vaksin PCV?

Imunisasi PCV adalah salah satu dari beberapa jenis vaksin tidak wajib dan tidak disubsidi dari pemerintah. Ini membuat harga imunisasi PCV cukup mahal dan membutuhkan dana lebih.

Bila dilihat dari berbagai situs rumah sakit, harga vaksin PCV berkisar Rp500 ribu sampai Rp800 ribuan tergantung dari jenis vaksin. Untuk jenis imunisasi PCV 10 sekitar Rp500 ribu, PCV 13 Rp700 ribu, dan PPSV 23 Rp341 ribu.

Harga vaksin PCV di atas hanya perkiraan, sehingga bisa berbeda sesuai klinik dan tempat pemberian imunisasi.

Adakah efek samping dari pemberian vaksin PCV?

anak diimunisasi

Seperti obat pada umumnya, termasuk vaksin, tentu ada efek samping yang ditimbulkan. Biasanya orang yang mendapatkan imunisasi ini hanya mengalami efek samping ringan dan tidak ada masalah serius. 

Beberapa efek samping dari imunisasi PCV yaitu:

  • Demam ringan (38 derajat celcius)
  • Kemerahan dan rasa sakit di area suntikan
  • Kehilangan nafsu makan
  • Sakit kepala
  • Rewel

Efek samping di atas biasanya akan hilang dengan sendirinya dalam waktu dua sampai tiga hari. Namun pada kasus yang sangat jarang terjadi, vaksin PCV bisa menyebabkan efek samping reaksi alergi parah, seperti:

  • Ruam
  • Sakit tenggorokan
  • Detak jantung cepat
  • Kesulitan bernapas

Namun reaksi alergi parah ini sangat jarang terjadi. Center for Disease Control and Prevention (CDC) jelaskan bahwa ini hanya terjadi 1 banding 1 juta pemberian imunisasi. 

Tidak perlu khawatir dengan efek samping yang ditimbulkan dari pemberian vaksin karena tidak membahayakan. Anak yang tidak diimunisasi justru lebih rawan terkena penyakit menular karena tubuhnya tidak terlindungi secara maksimal.

Kapan harus membawa anak ke dokter?

jenis vaksin bayi dan anak

Pada beberapa kasus yang sangat jarang terjadi, imunisasi PCV bisa menimbulkan efek pusing sampai pingsan. Untuk mengatasinya, minta si kecil untuk berbaring sekitar 15 menit sampai tubuhnya terasa membaik.

Anda harus segera menghubungi dokter ketika anak mengalami reaksi alergi parah yang menjadi efek samping bahaya. Terutama bila mengalami:

  • Sesak napas
  • Ruam di kulit sampai terasa terbakar
  • Detak jantung berdegup cepat
  • Tubuh dingin dan berkeringat
  • Hilang kesadaran

Ketika mengunjungi dokter untuk konsultasi, beritahu dokter bahwa si kecil baru mendapatkan vaksin PCV. Ini untuk memudahkan petugas medis dalam menangani anak sesuai kondisi.

Itulah tadi informasi dari agen idn poker mengenai Vaksin PCV : Ketahui Manfaat, Jadwal, dan Efek Sampingnya oleh - klinik-online.site dan sekianlah artikel dari kami klinik-online.site, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Friday, July 24, 2020